Ketika membicarakan komoditas pangan terbesar di dunia, beras mungkin menjadi salah satu bahan makanan yang langsung terlintas.
Namun, berdasarkan nilai produksi global, beras ternyata bukan komoditas pangan paling berharga.
Melansir Bussines Today, Minggu (30/8/2026) berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menunjukkan bahwa susu menjadi komoditas pangan dengan nilai produksi terbesar di dunia menurut data terbaru per 2024.
Sepuluh komoditas pangan teratas dalam daftar tersebut memiliki nilai produksi bruto gabungan sekitar 2,5 triliun dollar AS atau sekitar Rp 44,3 kuadriliun.
Data tersebut menunjukkan besarnya skala industri pangan dunia sekaligus memperlihatkan beragam komoditas yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat global.
Susu jadi komoditas pangan paling berharga
Susu menempati posisi pertama dengan nilai produksi bruto mencapai 379 miliar dollar AS atau sekitar Rp 6,71 kuadriliun pada 2024.
Produksi susu dunia pada tahun tersebut mencapai sekitar 985 juta metrik ton. Sapi menyumbang sekitar 81 persen dari total produksi susu global.
Selain susu sapi, produksi susu dari kerbau juga memiliki peran penting, terutama di kawasan Asia.
Beras Berada di Posisi Kedua
Beras menempati posisi kedua dengan nilai produksi sekitar 362 miliar dollar AS atau Rp 6,41 kuadriliun.
Sebagai salah satu makanan pokok bagi miliaran orang, beras memiliki permintaan yang sangat besar di berbagai negara, khususnya di Asia.
Meski demikian, nilai produksinya masih berada di bawah susu.
10 Komoditas pangan dengan nilai produksi tertinggi
Berikut daftar 10 komoditas pangan yang dihimpun oleh Visual Capiatalist, dengan nilai produksi terbesar pada 2024 beserta perkiraan nilainya dalam rupiah:
Susu: 379 miliar dollar AS atau sekitar Rp 6,71 kuadriliun
Beras: 362 miliar dollar AS atau sekitar Rp 6,41 kuadriliun
Daging babi: 355 miliar dollar AS atau sekitar Rp 6,28 kuadriliun
Daging sapi: 306 miliar dollar AS atau sekitar Rp 5,42 kuadriliun
Jagung: 270 miliar dollar AS atau sekitar Rp 4,78 kuadriliun
Ayam: 264 miliar dollar AS atau sekitar Rp 4,67 kuadriliun
Gandum: 209 miliar dollar AS atau sekitar Rp 3,70 kuadriliun
Telur: 157 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2,78 kuadriliun
Kedelai: 142 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2,51 kuadriliun
Tomat: 136 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2,41 kuadriliun
Komoditas hewani mendominasi
Produk pangan hewani terlihat sangat dominan dalam daftar tersebut.
Menurut data FAO yang dikutip Visual Capitalist, produksi daging dunia mencapai sekitar 374 juta metrik ton pada 2024.
Menariknya, tomat menjadi satu-satunya buah yang masuk dalam daftar 10 komoditas pangan dengan nilai produksi tertinggi.
Tomat mencatat nilai produksi sekitar 136 miliar dollar AS atau Rp 2,41 kuadriliun.
Posisinya bahkan berada di atas sejumlah komoditas pertanian populer lainnya, seperti kentang, apel, dan anggur.
Hal ini menunjukkan besarnya skala produksi dan konsumsi tomat di berbagai negara.
Pertanian dunia bernilai triliunan dolar
Daftar tersebut memperlihatkan bahwa industri pangan global tidak hanya bergantung pada satu jenis komoditas.
Biji-bijian seperti beras, jagung, dan gandum memiliki peran besar dalam memenuhi kebutuhan pangan dunia.
Di sisi lain, produk hewani seperti susu, daging, dan telur juga menghasilkan nilai ekonomi yang sangat besar.
Dengan nilai produksi mencapai triliunan dolar, sektor pertanian menjadi salah satu bagian penting dalam perekonomian global.