Mencuci buah, sayuran, dan beberapa bahan makanan sebelum dikonsumsi sering dianggap sepele. Padahal, kebiasaan sederhana ini dapat membantu menghilangkan kotoran, bakteri, sisa pestisida, hingga memperpanjang masa simpan bahan pangan. Menurut ahli gizi dan pakar keamanan pangan, buah dan sayuran bisa terpapar bakteri selama proses penanaman, panen, distribusi, hingga penyimpanan. Baca juga: 6 Cara Mencuci Buah dan Sayur agar Tetap Bersih dan Segar Meski produk yang dijual di pasaran umumnya telah memenuhi standar keamanan, membilasnya dengan air mengalir tetap menjadi langkah pencegahan yang dianjurkan. Selain itu, mencuci bahan makanan juga dapat mengurangi mikroorganisme penyebab pembusukan. Namun, setelah dicuci, bahan makanan sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu sebelum disimpan di lemari es agar tidak cepat berjamur atau membusuk. LRT Jakarta Bersiap Rambah Jaksel Artikel Kompas.id 8 makanan yang sering lupa dicuci Berikut delapan bahan makanan yang ternyata sering lupa dicuci sebelum dikonsumsi. 1. Melon Banyak orang mengira melon, semangka, atau blewah tidak perlu dicuci karena kulitnya tebal dan tidak dimakan. Lihat Foto Manfaat melon untuk kesehatan. Padahal, permukaan kulit melon memiliki banyak lekukan yang dapat menjadi tempat menempelnya bakteri. Baca juga: Intip 5 Manfaat Biji Melon untuk Kesehatan dan Ide Mengolahnya Menjadi Camilan Saat buah dipotong, bakteri pada kulit bisa berpindah ke bagian daging buah melalui pisau. Karena itu, gosok kulit melon dengan sikat khusus di bawah air mengalir sebelum dipotong. 2. Mangga Kulit mangga memang tidak dikonsumsi, tetapi tetap perlu dicuci sebelum dikupas. Lihat Foto Salah satu manfaat makan buah mangga setiap hari adalah menyehatkan jantung. Alasannya, pisau yang digunakan untuk mengupas dapat membawa bakteri atau kotoran dari kulit ke bagian daging buah. Baca juga: 5 Cara Memilih Mangga yang Manis dan Matang Sempurna Membilas mangga dengan air mengalir juga membantu menghilangkan debu dan sisa kotoran di permukaannya. 3. Apel Sekadar mengelap apel dengan baju atau tisu ternyata belum cukup. Lihat Foto Manfaat makan buah apel untuk kesehatan. Apel sebaiknya dibilas di bawah air mengalir selama sekitar 15–20 detik untuk menghilangkan bakteri, debu, dan kotoran yang menempel selama proses panen, distribusi, atau penyimpanan. Baca juga: Makan Apel Beserta Kulitnya, Sehat atau Berisiko? Ini Jawabannya Bahkan jika apel akan dikupas, proses pencucian tetap penting agar bakteri pada kulit tidak berpindah ke bagian dalam melalui pisau atau alat pengupas. 4. Wortel Wortel tumbuh di dalam tanah sehingga sering kali masih menyisakan tanah yang menempel saat dibeli. Lihat Foto Wortel yang segar dan disusun dengan rapi dari jualan Jesika Damanik.(TikTok.com/ @jesika_damanik10) Meskipun kulit wortel aman dimakan dan kaya serat setelah dibersihkan, mencuci dengan saksama tetap diperlukan untuk menghilangkan tanah, bakteri, dan kotoran. Gunakan sikat sayuran agar hasilnya lebih maksimal. 5. Kiwi Belakangan ini banyak orang mengonsumsi kiwi beserta kulitnya karena mengandung serat lebih tinggi. Lihat Foto Ilustrasi buah kiwi. Namun, sekalipun kulitnya tidak dimakan, kiwi tetap harus dicuci. Bulu halus pada kulit kiwi dapat menyimpan debu dan residu yang bisa berpindah ke daging buah saat dipotong. 6. Beras Beras bukan buah atau sayuran, tetapi tetap dianjurkan untuk dibilas sebelum dimasak. Lihat Foto Beras pengganti dari Bulog ke masyarakat di Kecamatan Tanah Merah Tujuannya bukan untuk membunuh bakteri, melainkan menghilangkan debu, kotoran, dan kelebihan pati yang menempel selama proses penyimpanan. Baca juga: Beras Termahal di Dunia Ada di Jepang, Capai Rp 1,8 Juta per Kg Beras yang telah dibilas umumnya menghasilkan nasi dengan tekstur lebih pulen dan tidak terlalu lengket. 7. Alpukat Karena hanya memakan daging buahnya, banyak orang langsung membelah alpukat tanpa mencucinya. Lihat Foto Uniknya, alpukat cipedak memiliki bentuk dan rasa yang mirip dengan alpukat mentega dengan daging buah yang tebal dan berwarna kuning layaknya mentega. (DOK. Petugas Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), Mintarsih) Padahal, bakteri atau kotoran pada kulit bisa terbawa masuk oleh pisau saat buah dibelah. Cukup bilas alpukat di bawah air mengalir, lalu keringkan sebelum dipotong. 8. Quinoa Seperti beras, quinoa sebaiknya dibilas sebelum dimasak. Lihat Foto Karena tinggi serat dan protein, quinoa juga dapat membantu menurunkan berat badan.(SHUTTERSTOCK) Selain menghilangkan debu dan kotoran, pembilasan juga membantu menghilangkan lapisan alami bernama saponin. Baca juga: 4 Perbedaan Kuskus dan Quinoa, Sumber Karbohidrat yang Sekilas Mirip Jika tidak dibersihkan, saponin dapat membuat quinoa terasa pahit atau bahkan sedikit seperti sabun setelah dimasak. Cara mencuci bahan makanan yang benar Para ahli keamanan pangan menegaskan bahwa Anda tidak memerlukan cairan pembersih khusus untuk buah dan sayuran. Air mengalir sudah cukup efektif. Berikut langkah yang dianjurkan: Bilas buah dan sayuran di bawah air mengalir selama 15–20 detik. Gunakan sikat bersih untuk bahan berkulit keras seperti melon, wortel, atau kentang. Keringkan bahan makanan menggunakan tisu dapur atau kain bersih sebelum disimpan. Simpan dalam wadah kedap udara yang diberi alas tisu agar kelembapan berkurang dan masa simpan lebih lama. Baca juga: Begini Cara Mencuci Jamur yang Benar agar Bersih dan Aman Dikonsumsi Membiasakan mencuci bahan makanan sebelum dikonsumsi merupakan langkah sederhana yang memberikan banyak manfaat. Selain membantu mengurangi paparan bakteri, debu, dan residu pada permukaan makanan, kebiasaan ini juga dapat menjaga kualitas bahan pangan sehingga lebih tahan lama dan aman dikonsumsi seluruh anggota keluarga.
Tags: enak, food, kuliner, macam - macam makanan, resep8 Makanan yang Sering Lupa Dicuci, Padahal Penting untuk Kesehatan