Bubur Ayam Jadi Bubur Terenak di Dunia, Ini 6 Bubur Indonesia Rekomendasi TasteAtlas

views 4:54 pm 0 Comments August 24, 2026

Bubur ayam asal Indonesia kembali mendapat pengakuan di kancah kuliner dunia.

Dalam daftar terbaru TasteAtlas yang diperbarui pada (15/8/2026), bubur ayam berhasil menempati peringkat pertama sebagai bubur dengan penilaian terbaik di dunia, mengungguli puluhan hidangan bubur dari berbagai negara.

Tidak hanya bubur ayam, dua bubur manis legendaris Indonesia lainnya juga ikut masuk dalam daftar 50 bubur terbaik dunia.

Bubur ketan hitam bertengger di peringkat ke-21, sementara bubur kacang hijau menempati posisi ke-47.

Prestasi ini membuktikan bahwa bubur bukan sekadar makanan sarapan biasa, tapi warisan rasa yang mendunia.

Dari yang gurih hingga yang manis, dari yang disajikan hangat pagi hari hingga yang jadi dessert malam hari, Indonesia punya segudang kreasi bubur yang bikin nagih.

Daftar bubur di Indonesia rekomendasi TasteAtlas
Lantas, apa saja 6 jenis bubur terenak di Indonesia yang wajib kamu coba?

1. Bubur ayam (rating 4,3)
Bubur ayam berada di urutan pertama menurut TasteAtlas. Hidangan ini merupakan bubur nasi dengan suwiran ayam yang dilengkapi beragam pelengkap gurih.

Bubur biasanya dimasak menggunakan kaldu ayam hingga teksturnya menjadi lembut dan kental.

Setelah itu, bubur disajikan bersama suwiran ayam, daun bawang, bawang goreng, kacang, telur rebus, cakwe, dan berbagai pelengkap lainnya.

Menariknya, TasteAtlas menyebut bubur ayam sebagai salah satu makanan kaki lima yang paling umum ditemukan di Indonesia dan sering disantap sebagai menu sarapan.

2. Bubur ketan hitam (rating 3,6)
Bubur ketan hitam berada di posisi kedua, makanan ini memiliki karakter berbeda dari bubur ayam. Hidangan ini merupakan makanan manis yang dibuat dari beras ketan hitam yang dimasak hingga lembut dan kental.

Bubur ketan hitam biasanya disajikan dengan kuah santan yang sedikit gurih. Perpaduan rasa manis dari gula aren atau gula pasir dengan gurihnya santan menjadi ciri khas makanan ini.

Menurut TasteAtlas, bubur ketan hitam berasal dari Jawa dan kini dinikmati di berbagai wilayah Indonesia. Hidangan ini dapat disantap hangat, dalam suhu ruang, maupun dingin.

3. Bubur kacang hijau (rating 3,2)
Bubur kacang hijau menempati posisi ketiga. Sesuai namanya, makanan ini dibuat dari kacang hijau yang dimasak hingga empuk, kemudian dipadukan dengan gula aren dan santan.

Teksturnya lembut dengan cita rasa manis, gurih, dan sedikit aroma khas kacang hijau. Bubur kacang hijau dapat disantap sebagai sarapan, camilan sore, maupun hidangan penutup.

Di sejumlah daerah, bubur kacang hijau juga dikombinasikan dengan ketan hitam. Ada pula yang menambahkan susu kental manis untuk menghasilkan rasa yang lebih creamy.

4. Papeda (rating 3,0)

Papeda menjadi satu-satunya bubur berbahan dasar sagu dalam daftar ini. Makanan khas Indonesia bagian timur tersebut sangat dikenal di Maluku dan Papua.

Papeda dibuat dari tepung sagu yang dicampur dengan air panas hingga menghasilkan tekstur bening, kental, dan lengket. Rasanya cenderung netral sehingga biasanya disantap bersama lauk dengan bumbu yang kuat.

Salah satu pendamping yang populer adalah ikan kuah kuning. Perpaduan papeda yang lembut dan gurihnya kuah ikan menghasilkan sensasi makan yang khas.

Bagi masyarakat di Indonesia timur, sagu menjadi sumber karbohidrat penting. Karena itu, papeda tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari tradisi makan masyarakat setempat.

5. Tinutuan (rating 2,6)
Tinutuan atau bubur Manado berada di posisi kelima. Berbeda dari bubur ayam yang didominasi nasi dan suwiran ayam, tinutuan justru kaya akan sayuran dan bahan pangan lokal.

Bahan dasarnya dapat berupa nasi yang dimasak bersama jagung, singkong, atau ubi. Setelah itu, berbagai sayuran seperti bayam, kangkung, labu, dan daun melinjo dapat ditambahkan.

Tinutuan umumnya disantap sebagai sarapan. Hidangan ini juga dapat disajikan bersama sambal, ikan asin, telur rebus, bawang goreng, hingga ikan cakalang.

TasteAtlas menyebut tinutuan sebagai salah satu simbol kuliner Manado. Kawasan Wakeke Street di Manado bahkan dikenal sebagai salah satu lokasi yang banyak menjual bubur khas tersebut pada pagi hari.

6. Nasi Tepeng (tidak ada rating)
Nasi tepeng menjadi hidangan terakhir dalam daftar. Bubur khas Bali ini populer terutama di wilayah Gianyar.

Nasi tepeng dibuat dari nasi yang dimasak hingga memiliki tekstur lembut seperti bubur.

Hidangan tersebut kemudian dicampur dengan berbagai sayuran, seperti terong, bayam, nangka, dan terkadang daun singkong.

Keunikan nasi tepeng terletak pada penggunaan base gede atau bumbu Bali. Campuran bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, lengkuas, cabai, serai, dan rempah lainnya memberikan aroma serta rasa khas Bali.

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *