Sejarah Tempe, Superfood Indonesia yang Sudah Ada Sejak Abad ke-16

views 4:16 pm 0 Comments July 18, 2026

Tempe dikenal sebagai salah satu makanan khas Indonesia yang telah mendunia. Di balik kesederhanaannya, makanan berbahan dasar kedelai fermentasi ini memiliki sejarah panjang yang telah mengakar dalam budaya Nusantara selama ratusan tahun. Dilansir dari Antara News, Sabtu (18/7/20260, berbagai catatan sejarah menyebutkan bahwa tempe sudah dikenal masyarakat Jawa sejak abad ke-16 dan terus berkembang hingga menjadi salah satu sumber protein nabati utama di Indonesia. Kini, tempe bahkan diproduksi di puluhan negara dan diusulkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia. Baca juga: Resep Tempe Marinasi Saus Kacang, Cuma 7 Bahan dan Super Praktis! Menurut sejumlah literatur yang dikutip Antara, salah satu bukti tertua keberadaan tempe terdapat dalam Serat Centhini, naskah sastra Jawa yang menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa Kesultanan Mataram. Melaka, Setia Menjaga Warisan Dunia. Guru Besar Bidang Pangan, Gizi, dan Kesehatan IPB, Made Astawan, menjelaskan bahwa kata “tempe” muncul dalam beberapa jilid Serat Centhini. Hal tersebut menunjukkan bahwa makanan ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jawa selama lebih dari 450 tahun atau sejak abad ke-16. Sejumlah sejarawan meyakini tempe pertama kali berkembang di wilayah Mataram, yang kini berada di Jawa Tengah. Kata “tempe” juga diyakini sebagai istilah yang pertama kali muncul di Indonesia. Baca juga: Cara Memasak Telur, Ikan, dan Tahu Tempe agar Gizinya Tetap Terjaga Kata tersebut tidak berasal dari kata “tau” atau “tao” seperti dalam “tauco”, yaitu pasta yang terbuat dari kedelai kuning fermentasi yang diawetkan dalam masakan Tionghoa Indonesia; “tauge”, atau tauge; “tahu” atau “takua” (tahu), kata Mary Astuti dalam Sejarah Perkembangan Tempe (1999). Berkembang bersama masuknya tahu ke Jawa Sejarawan Ong Hok Ham menjelaskan bahwa perkembangan tempe berkaitan erat dengan hadirnya tahu yang dibawa masyarakat Tionghoa ke Pulau Jawa pada abad ke-17. Saat itu, masyarakat mulai mengolah kedelai menjadi berbagai produk pangan.  Seiring keterbatasan lahan peternakan dan perubahan pola konsumsi pada masa kolonial, tempe menjadi salah satu sumber protein yang murah, bergizi, dan mudah diproduksi. Selain itu, kebijakan penanaman paksa yang diberlakukan saat itu di Jawa membuat pasokan makanan semakin terbatas, dan dengan demikian, tempe menjadi salah satu makanan yang diandalkan masyarakat, kata Ong. Lihat Foto Ilustrasi tempe bacem.(Dok. Sajian Sedap) Popularitasnya kemudian menyebar ke berbagai daerah di Indonesia mengikuti perpindahan penduduk dari Pulau Jawa.  Baca juga: 5 Cara Makan Pisang agar Gula Darah Tetap Stabil Baca juga: Promo Superindo Periode 17-19 Juli 2026, Telur Harga Spesial Mulai Rp 26.000 Tempe berkembang menjadi banyak variasi Popularitas tempe pun kemudian membuatnya berkembang memiliki banyak variasi, yang beragam. Salah satu variasi hidangan ini adalah jadah tempe, makanan khas Yogyakarta yang dikenal sebagai makanan favorit Sultan Yogyakarta dan Gubernur Hamengkubuwono X. Jadah tempe menggabungkan jadah, yang terbuat dari beras yang dicampur dengan kelapa parut dan bumbu pedas, dengan tempe bacem, yaitu tempe yang direbus dalam saus yang terbuat dari gula merah dan rempah-rempah. Variasi penting lainnya dalam sejarah perkembangan kuliner tempe di Indonesia adalah tempe bongkrek . Hidangan yang berasal dari Banyumas , Jawa Tengah ini dibuat dengan mencampur kedelai dan daging kelapa lalu difermentasi. Tempe bongkrek juga relatif lebih murah dibandingkan tempe biasa. Baca juga: Resep Tempe Masak Cabai Kemiri, Menu Sehari-hari yang Praktis Baca juga: Resep Tempe Goreng Tepung Ketumbar yang Renyah, Gurih, dan Harum Namun, pada beberapa kesempatan, mengonsumsi hidangan tempe ini menyebabkan keracunan. Selama beberapa tahun di abad ke-19 hingga awal kemerdekaan Indonesia, tercatat beberapa kasus keracunan tempe bongkrek yang menyebabkan cukup banyak kematian. Oleh karena itu, pemerintah Orde Lama pada saat itu mengeluarkan peraturan yang melarang produksi tempe bongkrek. Tempe kini diakui sebagai superfood Perjalanan panjang tempe juga membuatnya tak cuma diakui sebagai bagian dari budaya tetapi juga salah satu makanan yang sehat. Berkat kandungan proteinnya yang tinggi, tempe kini dikenal sebagai salah satu pangan bergizi yang mendapat perhatian dunia.  Made Astawan menyebut tempe termasuk dalam kelompok superfood karena kaya protein, serat, vitamin, mineral, serta hasil fermentasinya membuat nutrisi lebih mudah dicerna tubuh. Tak heran jika pemerintah bersama para akademisi terus mendorong agar budaya tempe memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, sehingga identitasnya sebagai kuliner asli Indonesia semakin kuat. Baca juga: Resep Tempe Orek Basah Sederhana, Cukup Pakai Bumbu Iris Baca juga: Resep Tempe Cabai Vegan yang Gurih dan Lezat Menu Sehat Pengganti Daging Penelitian tentang perkembangan tempe sebagai makanan tidak hanya dilakukan oleh peneliti dari Indonesia. Sejak lama, para peneliti dari Eropa dan berbagai belahan dunia lainnya telah menyelidiki kandungan tempe. Banyak peneliti merekomendasikan tempe untuk vegetarian karena kandungan proteinnya yang tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan protein tubuh manusia. Selain itu, beberapa olahan tempe populer di banyak daerah di Indonesia, terutama Pulau Jawa. Bumbu dan cita rasa tempe tentunya telah dipengaruhi oleh kearifan lokal masing-masing daerah dari waktu ke waktu.

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *