Tak Harus Steak, Ini Tips Makanan Anak yang Berlatih Sepak Bola ala Indra Sjafri

views 3:32 pm 0 Comments July 23, 2026

Anak yang berlatih sepak bola tak harus mengonsumsi daging steak sebagai menu harian, menurut pelatih juara SEA Games 2023, Indra Sjafri. Menurut Indra, makanan yang umum dikonsumsi keluarga Indonesia sebenarnya sudah dapat memenuhi kebutuhan anak, apabila disajikan dengan kandungan nutrisi yang seimbang. Baca juga: Antre Sejam Demi Mochi Kunafa Pistachio Viral di Jaksel, Seberapa Enak? “Enggak perlu juga berlebihan. Harus makan spageti, harus makan steak setiap hari, juga enggak perlu,” ujar Indra dalam McDonald’s Football Clinic di Mengger Soccer, Bandung, Jawa Barat, Minggu (19/7/2026), “Kadang-kadang kalau berlebihan juga enggak ada manfaatnya,” tambah dia. Baca juga: Meracik Masa Depan di Balik Secangkir Kopi Sourdough Lebih Sehat Dibanding Roti Biasa, Benarkah? Festival Durian di Vietnam Diprediksi Tarik 300.000 Wisatawan Asing dan Lokal Bagaimana asupan untuk anak yang berlatih sepak bola? Tak semua pemain sepak bola sama Lihat Foto Indra Sjafri, pelatih juara SEA Games 2023, memberikan arahan latihan, sementara Atep, mantan pemain Persib Bandung, memperagakan teknik kepada para peserta McDonald?s Football Clinic di Bandung, Minggu (19/7/2026). Indra menyampaikan, telur, sayuran, nasi, dan daging dapat menjadi pilihan makanan bagi anak usia enam hingga 12 tahun yang aktif berlatih sepak bola. Susu juga dapat diberikan sebagai pelengkap apabila tersedia. “Jadi setiap pemain itu, nggak sama ya kebutuhan makannya dan kebutuhan minumnya,” ucap Indra. Oleh karena itu, menurut dia, pola makan seorang pesepak bola terkenal tidak bisa langsung diterapkan kepada semua pemain muda. “(Erling) Haaland makan daging sekian, belum tentu Purnama butuhnya sekian. Jadi yang paling penting, nilai nutrisinya harus seimbang,” tuturnya. Baca juga: Resep Tahu Teriyaki Sederhana, Lauk Hemat yang Disukai Keluarga Putih Telur Lebih Sehat dari Telur Utuh, Benarkah? Kebutuhan cairan juga berbeda Lihat Foto Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia (kiri), Indra Sjafri, pelatih juara SEA Games 2023 (tengah), Atep, mantan pemain Persib Bandung (tengah), dan Ronald, maskot McDonald’s (kanan) berfoto bersama pada McDonald’s Football Clinic, Minggu (19/7/2026). Selain makanan, Indra menyoroti kebutuhan cairan atau hidrasi pada anak yang aktif berolahraga. Sebagian anak membutuhkan asupan air lebih banyak, bergantung pada kondisi tubuh dan aktivitas selama latihan. Baca juga: Benarkah Hujan-hujanan Bisa Menyebabkan Anak Sakit? Ini Kata Dokter… Maka dari itu, Orangtua dan pelatih perlu memperhatikan kondisi masing-masing anak. “Ada yang hidrasi, harus lebih banyak minum. Khusus untuk anak-anak grassroots, karena tadi saya menyampaikan ke orang tua,” kata dia.  Indra juga menilai nutrisi merupakan salah satu unsur penting dalam pengembangan pemain muda. Baca juga: Program CSR Dexa Dorong Deteksi Dini Penyakit Lewat Skrining Kesehatan “Tidak cukup hanya latihan yang bagus, tapi dari nutrisinya enggak bagus, dari pendidikan enggak bagus, dari sisi mentalnya enggak bagus,” tutur dia.  Indra menilai nutrisi menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan pemain. Dari pola makan hingga latihan di lapangan Lihat Foto Indra Sjafri, pelatih juara SEA Games 2023 memberikan pembekalan kepada orangtua peserta mengenai pentingnya pendampingan dalam pembinaan sepak bola usia dini di Bandung, Minggu (19/7/2026). Baca juga: Raih Emas IPhO 2026, Siswa SMAK Penabur Catat Nilai Teori Nyaris Sempurna Selain pola makan, sebanyak 200 anak usia 8–12 tahun mengikuti klinik sepak bola bersama Indra yang berlangsung di British School Jakarta, Tangerang Selatan, pada Minggu (12/7/2026), kemudian berlanjut di Mengger Soccer, Bandung, pada Minggu (19/7/2026). Selain itu, sebanyak 40 dari 200 peserta komunitas prasejahtera binaan Sekolah Sepak Bola (SSB) Palapa Mavericks Jakarta dan SSB Youth Aurasic Bandung mengikuti acara tanpa dipungut biaya, serta memperoleh jersey dan sepatu baru. Kegiatan ini juga turut menghadirkan pesepak bola Rio Fahmi pada sesi Jakarta dan mantan pemain Persib Bandung, Atep, pada sesi Bandung. Baca juga: Harumkan Purworejo di Kancah Nasional, Kintania Bersiap Wakili Indonesia Lomba Matematika di Jerman Materi yang diberikan meliputi teknik mengoper bola (passing), small-sided games shooting, serta shielding selama 70 menit. “Dalam pembinaan usia dini, setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang berbeda sehingga metode latihan juga perlu disesuaikan. Melalui rotasi di setiap zona latihan, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan teknis secara bertahap sekaligus belajar berkoordinasi dan mengambil keputusan di lapangan,” jelas Indra. Karakter jadi bagian penting dalam latihan Selain kemampuan teknis, latihan juga diarahkan untuk memperkenalkan nilai sportifitas, kedisiplinan, kerja sama tim, rasa percaya diri, dan sikap menghormati orang lain. Bahkan, Indra berdialog dengan para orangtua peserta mengenai pentingnya pendampingan selama proses perkembangan anak. “Dalam olahraga memang harus ada jiwa kompetitif, tetapi menang bukanlah tujuan akhir. Setiap kemenangan harus diraih dengan cara-cara yang baik,” ujar Indra.

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *