Makan Makanan Pedas Bikin Panjang Umur, Benarkah?

views 8:10 pm 0 Comments July 24, 2026

Sejumlah penelitian menunjukkan, kebiasaan mengonsumsi makanan pedas berkaitan dengan peluang hidup lebih lama, serta risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Menurut studi yang dipublikasikan dalam Chinese Medical Journal pada 2025, orang yang mengonsumsi makanan pedas setidaknya sekali dalam seminggu, memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit vaskular dibandingkan mereka yang jarang atau tidak pernah mengosumsinya. Penyakit vaskular adalah kelompok penyakit yang menyerang pembuluh darah, baik arteri maupun vena. Baca juga: Cabai Habanero Lokal Pertama Indonesia, Lebih Pedas dari Rawit Rekor Baru Cabai Terpedas di Dunia, Lebih Pedas dari Carolina Reaper Makan makanan pedas bikin panjang umur? Lihat Foto Makan makanan pedas berkaitan dengan peluang hidup lebih lama, serta risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Simak penjelasannya.(Milkos) Dalam studi yang sama, manfaat paling nyata terlihat pada penurunan risiko penyakit jantung iskemik yakni kondisi ketika aliran darah menuju otot jantung berkurang sehingga dapat memicu nyeri dada hingga serangan jantung. Perimenopause, Gejolak di Usia Paruh Baya  Menariknya, hubungan tersebut paling kuat ditemukan pada peserta yang berusia lebih muda dan mereka yang tinggal di daerah pedesaan. Temuan serupa juga diungkap dalam studi yang disoroti Science Daily, seperti dikutip Food and Wine, Jumat (24/7/2026). Penelitian yang dilakukan Larner College of Medicine di University of Vermont dan diterbitkan di jurnal PLOS One pada 2017, menganalisa data lebih dari 16.000 orang dewasa di Amerika Serikat. Hasilnya, orang yang rutin mengonsumsi cabai merah pedas memiliki risiko kematian dari berbagai penyebab sekitar 13 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. Tak hanya itu, analisa yang dipresentasikan pada Scientific Sessions American Heart Association tahun 2020 juga menemukan hasil yang sejalan. Berdasarkan gabungan empat studi yang melibatkan lebih dari 570.000 orang di Amerika Serikat, Italia, China, dan Iran, peneliti menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi cabai memiliki risiko akibat penyakit kardiovaskular 26 persen lebih rendah, serta risiko kematian akibat penyebab apa pun 25 persen lebih rendah. Dikutip dari Harvard Health Publishing, studi yang diterbitkan di Journal of the American College of Cardiology pada 2019, menganalisa pola makan dan catatan kesehatan lebih dari 22.000 orang yang tinggal di Italia selatan dan mengikuti mereka selama rata-rata lebih dari delapan tahun. Orang yang mengonsumsi cabai lebih dari empat kali seminggu memiliki kemungkinan sekitar sepertiga lebih kecil untuk meninggal karena penyakit jantung dibandingkan mereka yang jarang atau tidak pernah mengonsumsi cabai pedas. Baca juga: Cerita Pemenang Kontes Makan Snack Terpedas di Indonesia  Resep Bihun Goreng Bumbu Pedas, Mudah Dibuat di Rumah Capsaicin diduga jadi jawabannya Lihat Foto Makan makanan pedas berkaitan dengan peluang hidup lebih lama, serta risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Simak penjelasannya. Para peneliti menduga bahwa senyawa alami yang memberikan rasa pedas pada cabai adalah alasannya. Zat bernama capsaicin ini diduga membantu mengatur metabolisme kolesterol. Capsaicin juga dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah dengan merangsang produksi oksida nitrat, serta mengurangi stres oksidatif yang dapat merusak pembuluh darah. Dalam studi di PLOS One, zat ini juga disebut berpotensi memengaruhi metabolisme dan sirkulasi tubuh. Baca juga: Santap Ayam Bakar Terpedas di Yogyakarta, Bebas Ambil Banyak Nasi Bukan Biji, Ini Bagian Paling Pedas pada Cabai Adakah batas konsumsi makanan pedas? Lihat Foto Makan makanan pedas berkaitan dengan peluang hidup lebih lama, serta risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Simak penjelasannya.Para peneliti menegaskan, sederet studi tersebut belum bisa membuktikan bahwa cabai menjadi satu-satunya penyebab manfaat tersebut. Bisa jadi, orang yang gemar makan pedas juga memiliki pola makan atau gaya hidup lain yang turut berkontribusi terhadap kesehatan tubuhnya. Batas mengonsumsi makanan pedas juga belum bisa dipastikan, sebab setiap penelitian menggunakan ukuran yang berbeda. Namun, studi dalam Chinese Medical Journal menemukan bahwa manfaat paling besar justru terlihat pada orang yang mengonsumsi makanan pedas dengan tingkat kepedasan ringan hingga sedang. Artinya, tidak perlu menghabiskan sebotol sambal atau sengaja makan cabai dalam jumlah berlebihan. Cukup mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah wajar dan tetap menjaga pola hidup sehat demi kesehatan jantung.

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *