BGN Investigasi Penyebab Dugaan Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, Hasilnya 5-7 Hari

views 3:38 pm 0 Comments August 2, 2026

Badan Gizi Nasional (BGN) masih menginvestigasi penyebab 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah, diduga keracunan.

Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan, hasil pemeriksaan akan keluar dalam 5-7 hari ke depan.

“Kita lagi cek minta dari Dinas Kesehatan untuk dicek lab-nya. Kita butuh waktu paling tidak, ya, 7 hari, 5 hari kerja untuk sampai dengan hasilnya. Kemudian, kita bisa lihat hasil lab-nya,” kata Sudaryono, dalam akun TikTok pribadinya yang dibagikan langsung
Seiring dengan itu, BGN membekukan sementara (suspend) operasional SPPG Karangturi.
Berdasarkan hasil investigasi awal, BGN menduga insiden dipicu oleh beberapa bahan makanan, meliputi daun singkong hingga bumbu rendang; serta waktu memasak yang terlalu dini sebelum makanan didistribusikan.
“Sejauh ini investigasi yang kami terima adalah ada beberapa bahan, ya ada daun singkong, ada bumbu rendang dan lain-lain,” ucap dia.

Kesimpulan itu didapat ketika sejumlah sekolah lain yang mendapat menu dari SPPG yang sama, tidak mengalami dugaan keracunan.

Bedanya, menu untuk sekolah lain didistribusikan lebih pagi.

“Jadi dari mulai jam 9 (malam) sudah mulai masak. Itu kemudian diberikan sekitar jam 9 atau jam 10 (pagi). Jadi ini cukup lama, karena yang diberikan makan bukan hanya SMK Negeri 6, tetapi juga beberapa sekolah yang lain. Nah sekolah yang lain itu diberikan lebih pagi. Jadi kondisi makanannya masih fresh, masih baik,” beber Sudaryono.
Ia menekankan, BGN tengah mempersiapkan sistem pemantauan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Sistem tersebut akan mendeteksi waktu masak, waktu persiapan, hingga waktu distribusi secara real-time.

Sudaryono berharap, rencana ini selesai dalam dua minggu ke depan.

Dengan begitu, orang tua bisa segera melacak dan melihat menu yang akan dimakan sang buah hati.

“Kita harapkan orang tua siswa, guru, dan barangkali Dinas Kesehatan bisa melihat jam berapa dimasak, apa saja yang dimasak, bumbu apa yang dimasukkan, itu harus kemudian tersistem kita termonitor semua. Yang bisa dimonitor oleh semua orang,” ungkap Sudaryono.
Dia mengingatkan SPPG senantiasa mengikuti SOP yang telah diatur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *