Beras jadi makanan pokok hampir setengah populasi dunia.
Tapi tahukah kamu kapan manusia pertama kali mengenal beras sebagai sumber makanan?
Sejarahnya ternyata sangat panjang, bahkan ribuan tahun sebelum masehi.
Melansir The Rice Association.org, Jumat (31/7/2026)sangat sulit untuk menentukan secara pasti kapan manusia menyadari tanaman padi bisa dimakan dan mulai membudidayakannya.
Banyak sejarawan percaya beras sudah ditanam sejak 5000 tahun SM.
Bukti arkeologis paling awal ditemukan di India.
Para arkeolog yang melakukan penggalian di India menemukan beras yang bisa diperkirakan berasal dari tahun 4530 SM.
Namun catatan tertulis pertama justru berasal dari China.
Pada tahun 2800 SM, Kaisar China Shen Nung menyadari betapa pentingnya beras bagi rakyatnya.
Untuk menghormati beras, ia menetapkan upacara tahunan saat masa tanam, di mana kaisar sendiri yang menebar benih pertama.
Tradisi itu terus berlanjut. Hingga saat ini, masyarakat China masih merayakan beras dengan mendedikasikan salah satu hari khusus dalam perayaan Tahun Baru untuk padi.
Berasal dari Asia
Para ahli tidak bisa memastikan apakah China, India, atau Thailand yang menjadi rumah asli tanaman padi. Besar kemungkinan tanaman ini memang asli dari seluruh wilayah Asia.
Yang lebih jelas adalah bagaimana beras menyebar ke Eropa dan Amerika.
Penyebarannya berkat para penjelajah, baik itu pedagang, tentara, atau peziarah yang membawa benih dari tanah asalnya.
Tidak semua benih bisa tumbuh di tempat baru.
Inggris Raya misalnya, tidak pernah bisa membudidayakan padi karena iklimnya tidak cocok.
Tanaman padi butuh air dalam jumlah sangat besar di awal pertumbuhan, lalu butuh musim panas yang panjang dan kering tanpa henti.
Karena itu sawah harus datar untuk memudahkan proses membanjiri dan mengeringkan air.
Di Barat, beberapa wilayah Amerika dan Eropa seperti Italia dan Spanyol memiliki iklim dan akses air yang tepat sehingga budidaya padi bisa berkembang pesat.
Perjalanan beras ke Amerika
Sejarawan mencatat, beras masuk ke Amerika pada tahun 1694. Saat itu sebuah kapal Inggris yang menuju Madagaskar tersesat dan berlabuh di Charleston, South Carolina.
Untuk berterima kasih kepada warga koloni yang membantu memperbaiki kapal, kapten kapal James Thurber memberikan sejumlah benih padi kepada Henry Woodward.
Ironisnya, saat Revolusi Amerika, tentara Inggris yang menduduki Charleston justru membawa pulang semua hasil panen beras dan tidak menyisakan benih untuk musim berikutnya.
Industri beras Amerika selamat berkat Presiden Thomas Jefferson. Dalam misi diplomatik di akhir abad ke-18, ia menyelundupkan benih padi keluar dari Italia, padahal saat itu ada hukum Italia yang melarangnya.
Dari situlah industri beras pindah dari Carolina ke negara-negara bagian di sekitar cekungan Sungai Mississippi.
Lebih dari sekedar makanan
Beras bukan hanya soal kenyang. Beras sangat lekat dengan budaya, kemakmuran, dan kepercayaan.
Di Jepang, beras memiliki dewa pelindungnya sendiri bernama Inari, sementara di Indonesia ada Dewi Sri sebagai dewi padi.
Beras juga identik dengan kesuburan. Itulah asal-usul tradisi melempar beras kepada pengantin baru.
Di India, beras selalu menjadi makanan pertama yang disajikan pengantin wanita kepada suaminya untuk memastikan kesuburan pernikahan, dan anak-anak diberikan beras sebagai makanan padat pertama mereka.
Dari penemuan sejak 4530 SM hingga menjadi tradisi di meja makan kita hari ini, jelas beras terus memainkan peran penting bukan hanya untuk mengenyangkan, tapi juga menjaga tradisi budaya dunia.